jodoh itu adalah orang tepat yang datang di waktu dan tempat yang tepat dengan cara yang benar
1.
Pengertian Kewajiban Investasi Terikat
Investasi
terikat (executing) adalah dana investasi dimana pemilik dana memberikan
batasan kepada pengelola dana mengenai tempat, cara, dan objek investasi, serta
bank ikut menanggung resiko hasil usaha dari proyek yang dibiayai. Dalam
investasi teerikat-executing bank bertindak sebagai pengelola dana (mudharib).
Penerimaan
dana investasi terikat dapat disalurkan dalam dua jenis yaitu: bank tidak
menanggung resiko atas penyaluran dana investasi terikat (channeling agent),
dan dana investasi terikat tersebut disajikan dalam laporan peruabahan
investasi terikat dalam catatan atas laporan keuangan. Bank menanggung resiko
atas penyaluran dana investasi terikat (executing agent), dan dana investai
terikat tersebut disajikan dalam laporan perubahan investasi terikat dalam
neraca.
2.
Dasar Pengaturan
Apabila
bank bertindak selaku agen dalam menyalurkan dana mudharabah muqayyadah dan
bank tidak menanggung resiko (channeling agent) maka pelaporannya tidak
dilakukan dalam neraca tetapi dlam laporan perubahan investasi terikat.
Sedngkan dana yang diterima dan belum disalurkan diakui sebagai titipan.
Apabila
bank bertindak selaku agen dalam menyalurkan dana mudharabah muqayyadah atau
investasi terikat tetapi bank menanggung resiko atas penyaluran dana tersebut
(executing agent) maka pelaporannya dialkukan dalam neraca sebesar porsi resiko
yang ditanggung oleh bank.
3.
Pengakuan dan Pengukuran
Apabila
bank tidak menanggung resiko atas penyaluran dana investasi terikat (channeling
agent), maka dana investasi terikat tersbut dicatat sebesar jumlah uang yang
diterima. Apabila bank menanggung resiko atas penyaluran dana investasi terikat
(executing agent) maka pe;aporannya dilakukan dalam neraca sebesar porsi resiko
yang ditanggung oleh bank.
4.
Penyajian
Apabila
bank tidak menanggung resiko atas penyaluran dana investasi terikat (channeling
agent), maka disajikan dalam laporan perubahan investasi terikat dalam neraca.
5.
Jurnal
a.
Pada saat penerimaan setoran
Db. Kas/Kliring
Kr. Investasi
terikat-tabungan mudharabah/deposito mudharabah
b.
Pada saat penarikan tabungan
Db. Investasi
terikat-tabungan mudharabah/deposito mudharabah
Kr. Kas/pemindahbukuan/kiriman
uang
c.
Pada akhir periode dilakukan perhitungan
bagi hasil tabungan/deposito mudharabah
Db.
Beban bagi hasil investasi terikat-tabungan/deposito mudharabah
Kr.
Bagi hasil yang belum dibagikan-investasi terikat tabungan/deposito mudharabah
d.
Pada saat realisasi pembayaran bagi
hasil ke rekening masing-masing penabung
Db. Bagi hasil investasi
terikat-tabungan/deposito mudharabah
Db.
Bagi hasil yang belum dibagikan-investasi terikat tabungan/deposito mudharabah
Kr.
Kas/rekening/kliring
e.
Pada saat deposito mudharabah jatuh
tempo
Db. Investasi terikat-deposito mudaharabah
Kr. Kas/rekening/kliring
f.
Pada saat penyaluran
Db. Penyaluran
Kr. Kas/kliring
6.
Pengungkapan
Hal-hal
yang harus diungkapkan dalam kewajiban investasi terikat adalah:
a.
Investasi terikat yang memiliki hubungan
istimewa
b.
Rincian investasi terikat mengenai
komposisi besarnya pemilikan depositi mudharabah menurut jenis mata uang rupiah
dan valuta asing
c.
Jumlah simpanan yang diblokir untuk
tujuan tertentu antara lain sebagai jaminan pembiayaan dan atau transaksi
perbankan syariah lainnya
Penyaluran
Investasi Terikat (Executing)
1.
Pengertian Penyaluran Dana Investasi
Terikat
Penyaluran
dan investasi terikat mudharabah muqayyadah-executing adalah akad kerja sama
usaha antara bank sebagai pengelola dana (mudharib) dan nasabah sebagi pemilik
dana (shahibul maal) dimana pemilik danan memberikan persyaratan tertentu dalam
tujuan pembiayaan, sektor usaha, lokasi, dan persyaratan lainnya serta bank
ikut menanggung resiko atas penyaluran dana investasi terikat tersebut.
Penyaluran
dana ini dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip penyaluran dana
yang ada dan mengikuti ketentuan pada masing-masing penyaluran dana tersebut.
2.
Dasar Pengaturan
Apabila
bank bertindak sebagai agen dalam menyalurkan dana mudharabah
muqayyadah-executing atau investasi terikat
tetapi bank menanggung resiko atas penyaluran ana tersebut
(executing-agent) maka pelaporannya dilakukan dalam neraca sebesar porsi resiko
ditanggung oleh bank (PSAK 59, Perbankan Syariah paragraf 34).
3.
Pengakuan dan Pengukuran
Pengakuan
dan pengukuran yangdilakukan sesuai dengan prinsip penyaluran dana yang ada dan
mengikuti ketentuan pada msing-masing penyaluran dana tersebut. Sedangkan untuk
rincian jumlah penyaluran berdsarakan jenis penyaluran dana (mudharabah
musyarakah, murabahah, qardh, dan yang lainnya), bentuk penyaluran dana
kas/non-kas, jenis valuta, jenis penggunaan, sektor ekonomi, jangka waktu (masa
akad), kualitas pembiayaan, dan tingkat bagi hasil rata-rata (vield).
4.
Pengungkapan
Pengungkapan
meliputi hal-hal berikut ini:
a.
Jumlah yang diberikan kepada pihak yang
mempunyai hubungan istimewa.
b.
Jumlah yang telah direstrukturisasi dan
informasi lain tentang penyaluran dan investasi terikat (executing), yang
direstrukturisasi selama periode berjalan.
c.
Kebijakan manajemen dalam pelaksanaan
portofolio penyaluran investasi terikat (executing).
d.
Besarnya penyaluran bermasalah dan
penyisihannya untuk setiap sektor ekonomi
e.
Kebijakan dan metode akuntansi penyisihan,
penghapusan dan penanganan penyaluran bermasalah, dan
f.
Ikhtisar penyaluran yang dihapus buku
yang menujukkan saldo awal, peghapusan salam tahun berjalan, penerimaan yang
telah dihapuskan, dan penyaluran yang telah dihapustagih serta saldo akhir penyaluran
dana yang dihapus buku.
Olahraga basket sangat
terkenal di dunia, banyak orang berminat dalam bidang olah raga basket. Tim
basket yang paling terkemuka di kelas dunia ini adalah NBA (National Basketball
Assosiation). Mereka menggaji pemainnya rata-rata $5 juta per tahun. Sebanding
dengan upahnya, orang-orang yang tergabung dalam tim NBA bisa dikatakan sudah
profesional. Jadi selain olahraga yang mengeluarkan banyak energi, basket juga
bisa dijadikan bisnis dan membutuhkan dana yang besar untuk penggajian setiap
pemain. Pelatih sangat berperan untuk permainan tim NBA.
Pada musim permainan
82, pelatih dan pemain tim NBA bekerja sanagt keras. Pelatih mencari tahu
tentang semua yang dilakukan pemainnya dilapangan seperti tembakan, lompatan,
kelemahan dan kelebihan setiap pemain kemudian dicatat di papan skor. Namun
terjadi kegagalan pada sistem tradisional, yang gagal menangkap semua informasi
tentang permainan. Penggunaan strategi dalam permainan didasarkan pada firasat
saja. Mulai saaat itulah manajer dan pelatih ingin belajar bagaimana membuat
keputusan berdasarkan data.
Perusahaan Synergy
Sports Technology menemukan cara untuk membuat keputusan berdasarkan data.
Perusahaan mengerahkan lebih dari 30 orang untuk merekam permainan pemain, mengumpulkan,
mengatur dan menghubungkan data atas dasar rekaman video pemain. Rekaman tersebut
diunggah kedalam web yang dilindungi. Semua anggota tim dibelikan i-pod agar dapat
mengakses dan melihat video yang diunggah tersebut untuk membantu mempersiapkan
diri dalam pertandingan berikutnya.
Synergy Sports
Technology telah menemukan sistem informasi terbaru yang lebih baik atas dasar
layanan sistem informasi dari perusahaan tersebut, sehingga membantu pihak
manajemen tim NBA untuk mengetahui statistik pemain-pemainnya dengan lebih baik
kemudian pengambilan keputusan strategi juga berdasar data informasi tersebut
yang tidak hanya berdasarkan insting saja. Jadi teknologi informasi atas
layanan yang diberikan perusahaan Synergy akan sangat membantu manajemen untuk
pengolahan tim dan peningkatan kualitas tim NBA.
1. Kriteria
informasi dikatakan bernilai
Informasi
dikatakan bernilai memiliki dua kriteria yang diantaranya adalah manfaat dan
biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Apabila suatu indormasi manfaatnya
lebih besar dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya, informasi tersebut
dapat dikatakan bernilai. Namun tidak semua informasi dapat ditaksir secara
pasti nilai keuntungannya dengan menggunakan satuan hitung, tapi kita dapat
menaksirnya dengan nilai efektifitas suatu informasi tersebut. Biasanya
pengukuran nilai suatu informasi dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau
costbenefit. Informasi dapat
dikategorikan baik untuk pengambilan keputusan oleh manajemen apabila memiliki
kriteria akurat tepat waktu dan relevan.
2. Perbedaan
Akuntansi keuangan dan Akuntansi manajemen
a. Pemakai
Laporan Akuntansi dan tujuan mereka
Akuntansi
keuangan menyajikan laporan keuangan bagi pemakai laporan
keuangan dari luar perusahaan misal saja pemegang saham, kreditor, analisis
keuangan, dan instansi pemerintah lainnya. Sementara tujuan dari laporan keuangan
yang dibuat oleh akuntansi keuangan ini bukan untuk pengambilan keputusan
mengenai perusahaan, namun lebih ke pengambilan keputusan seperti hubungan
antar perusahaan.
Akuntansi
Manajemen mempunyai fokus menyediakan informasi keuangan bagi
keperluan pihak internal perusahaan atau manajemen. Akuntansi Manajemen
berhubungan dengan informasi mengenai perusahaan untuk memberikan manfaat bagi
para pemakai laporan keuangan yang berada dalam perusahaan (manajemen) sebagai
bahan pertimbangan yang mendukung dalam pengambilan keputusan.
b. Lingkup
Informasi
Akuntansi
Keuangan umumnya menyajikan informasi keuangan tentang
perusahaan secara keseluruhan, seperti neraca dan laporan laba rugi. Informasi
yang ada dalam laporan keuangan lebih berbentuk ringkasan dan menggambarkan
keuangan perusahaan secara keseluruhan
Akuntansi
Manajemen lingkup informasinya cenderung lebih sempit, tidak
lagi berfokus pada perusahaan sebagai satu entitas melainkan lebih detil karena
lingkup informasi bertujuan untuk melaporkan bagian-bagian tertentu dari
perusahaan, seperti bagian produksi, bagian pemasaran dan lainnya.
c. Fokus
Informasi
Akuntansi
Keuangan berfokus pada informasi masa lalu. Akuntansi
Keuangan menggambarkan suatu bentuk pertanggungjawaban dana yang sebelumnya
dipercayakan oleh para penyedia dana dari pihak luar perusahaan kepada
manajemen perusahaan.
Akuntansi
Manajemen cenderung berorientasi pada masa yang akan datang,
karena pengambilan keputusan selalu menyangkut tentang hal-hal yang berhubungan
dengan kebijakan perusahaan di masa yang akan datang, namun sumber informasi
yang akan diolah bisa bervariasi, mulai dari biaya masa lalu, biaya sekarang atau biaya masa datang.
d. Rentang
Waktu
Akuntansi
Keuangan menghasilkan laporan yang kurang fleksibel dan
hanya mencakup jangka waktu tertentu, seperti misalnya periode satu tahun (annual), periode
setengah tahun (interim), periode satu kuartal, atau periode satu
bulan.
Akuntansi
Manajemen menyediakan rentang waktu yang jauh lebih fleksibel
dibandingkan Akuntansi Keuangan, hal ini terjadi karena tuntutan dari manajemen
perusahaan yang harus membuat keputusan-keputusan penting dalam waktu yang
relatif singkat dan cepat. Rentang waktu yang diberikan bisa berupa harian,
mingguan, bulanan, atau bahkan hingga periode 10 tahun.
e. Kriteria
bagi informasi Akuntansi
Untuk
kriteria bagi informasi Akuntansi
Keuangan, merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim atau berterima
secara umum. Prinsip-prinsip tersebut merupakan hasil dari perumusan organisasi
yang berwenang. Laporan keuangan dari Akuntansi keuangan memerlukan suatu
standarisasi bentuk laporan keuangan agar pengguna laporan keuangan dari pihak
luar dapat membandingkan berbagai laporan keuangan dari beberapa perusahaan
yang berbeda sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan tentang
hubungan yang akan diambil dengan perusahaan di masa datang.
Akuntansi
Manajemen tidak dibatasi oleh prinsip-prinsip akuntansi yang
berterima umum, selama itu memberi manfaat bagi pihak manajemen perusahaan,
baik itu dalam hal pengukuran, ataupun perhitungan. Dalam Akuntansi Manajemen
tidak ada organisasi ataupun undang-undang yang mengatur praktik-praktiknya,
selama itu bermanfaat untuk manajemen perusahaan maka perusahaan akan terus
menggunakan praktik-praktik tersebut.
f. Sifat
informasi
Sifat
informasi dari Akuntansi Keuangan
memerlukan tingkat ketepatan yang tinggi, objektif, dapat diuji kebenarannya,
dan juga akurat, karena para pemakainya adalah pihak-pihak dari luar perusahaan
yang menggunakan laporan keuangan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan
keputusan. Untuk mendapatkan tingkat ketepatan tersebut perusahaan terkadang
menggunakan jasa dari pihak ketiga yang bebas dari kepentingan apapun untuk
memberikan pendapat tentang laporan keuangan perusahaan, yaitu auditor.
Akuntansi
Manajemen menghasilkan informasi yang akan membantu manajemen
untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan kebijakan perusahaan, baik
untuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian, pengambilan
keputusan yang berhubungan dengan kebijakan dalam perusahaan selalu menyangkut
masa yang akan datang.
3. Keuntungan
penggunaan sistem JIT
Keunggulan dari metode ini adalah
dapat mengurangi biaya tenaga kerja, persediaan, risiko kerusakan, dan
peningkatan kualitas produk. Keunggulan tersebut seiring dengan adanya Total
Quality Management dalam penerapan sistem JIT sehingga risiko kerusakan dapat ditekan
dan kerugian akibat retur barang rusak oleh pelanggan dapat dikurangi karena
Total Quality Management juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas dari
produk. Selain itu, biaya tenaga kerja dapat ditekan karena jumlah persediaan
diusahakan menjadi seminim mungkin sehingga tenaga kerja yang dibutuhkan dalam
mengawasi tidak perlu dalam jumlah yang banyak. Biaya penyimpanan juga dapat
ditekan hingga seminimal mungkin akibat dari persediaan yang disimpan juga
sedikit. Keungulan lainnya adalah mengurangi ruangan gudang untuk penyimpanan
barang, mengurangi waktu setup dan penundaan jadwal produksim mengurangi
pemborosan barang rusak dan barang cacat dengan mendeteksi kesalahan pada
sumbernya, menciptakan hubungan yang lebih baik dengan pemasok dan layout
pabrik yang lebih baik.
4. Customer
service dan Customer care
Menurut Yuliana
MBA, Customer Service berbeda dengan Customer Care. Jika customer service lebih menitikberatkan pada cara
penyedia memperlakukan pelanggan yang terlibat sebagai input di dalam key customer related process,
maka customer
care lebih
menitikberatkan pada hal-hal di luar standar kualitas yang harus dikerjakan di
dalam proces.
Customer Care merupakan layanan yang lebih memedulikan kebutuhan dan keinginan
pelanggan untuk dihormati, dihargai, dan dicarikan solusi atas kebutuhannya yang
belum dapat dipenuhi dalam key customer related process. Jadi, Customer
Care bersifat lebih luas dan personal dibandingkan Customer Service. Untuk itu,
saya memilih customer care dibandingkan dengan customer service.
5. Posisi
akuntan manajemen dalam organisasi bisnis
Dalam
rangka pengambilan keputusan manajemen harus mempertimbangkan tindakan-tindakan
alternatif. Oleh karena itu akuntan manajemen harus menyediakan data-data yang
cukup lengkap tentang perhitungan masing-masing altematif, dan yang akan
dipilih tentunya altematif yang memberikan keuntungan lebih besar bagi
perusahaan. Dalam hal ini akuntan manajemen akan mencatat dan mengwnpulkan
data-data yang ada di perusahaan baik data moneter maupun non moneter dan juga
data-data di luar perusahaan, sehingga apabila manajer membutuhkan data yang
dimaksud dapat dengan segera dipenuhi. Akuntan manajemen
membantu pengambilan keputusan perusahaan tentang strategi melalui :
a. Pemecahan
masalah : Analisis komparatif untuk pengambilan keputusan.
b. Pemeliharaan
catatan skor : Pengumpulan data dan pelaporan hasilnya kepada seluruh tingkat
manajemen memberi gambaran bagaimana organisasi dijalankan.
c. Pengarahan
Perhatian : Membantu manajer berfokus pada kesempatan dan masalah dan meningkatkan
nilai sistem akuntansi manajemen
Sumber
:
A. Pengertian
Tes Formatif
Tes formatif adalah tes hasil belajar yang
bertujuan untuk mengetahui, sudah sejauh manakah peserta didik “telah
terbentuk” (sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan) setelah
mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Perlu
diketahui bahwa istilah “formatif” itu berasal dari kata “form” yang berarti
“bentuk”. (Sudijono, 2005
: 71)
Tes formatif ini
biasa dilaksanakan di tengah-tengah perjalanan program pengajaran, yaitu
dilaksanakan pada setiap kali satuan pelajaran atau subpokok bahasan berakhir
atau dapat diselesaikan. Di sekolah-sekolah tes formatif ini biasa dikenal
dengan istilah “ulangan harian”.
Materi
dari tes formatif ini pada umumnya ditekankan pada bahan-bahan pelajaran yang
telah diajarkan. Butir-butir soalnya terdiri atas butir-butir soal, baik yang
termasuk kategori mudah maupun yang termasuk kategori sukar. (Sudijono, 2005 : 71). Evaluasi Formatif juga
berguna dalam menganalisis materi pembelajaran, dan prestasi belajar siswa, dan
efektifitas guru.. Wally Guyot (1978)
Dari berbagai pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwasannya tes formatif
adalah tes yang dilakukan pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar atau
setiap akhir pembahasan suatu pokok bahasan/ topik agar siswa dan guru
memperoleh informasi (feedback) mengenai kemajuan yang telah dicapai.
B.
Tujuan,
Fungsi dan Manfaat Tes Formatif
1. Tujuan
Tes Formatif
a)
Evaluasi formatif adalah mengetahui sejauh mana
program yang dirancang dapat berlangsung, sekaligus mengidentifikasi hambatan.
Dengan diketahui hambatan dan hal-hal yang menyebabkan program tidak lancar,
pengambilan keputusan secara dini dapat mengadakan perbaikan yang mendukung
kelancaran pencapaian tujuan program.
b)
Untuk memastikan tujuan yang diharapkan dapat tercapai
dan untuk melakukan perbaikan suatu produk atau program.
2. Fungsi
Tes Formatif
a)
Fungsi utama dari tes formatif adalah untuk mengetahui
keberasilan dan kegagalan proses belajar mengajar, dengan demikian dapat
dipakai untuk memperbaiki dan menyempurnakannya.
b)
Fungsi tes formatif adalah untuk mengetahui masalah
dan hambatan kegiatan belajar mengajar termasuk metode belajar dan pembelajaran
yang digunakan guru, kelemahan dan kelebihan seorang siswa.
3. Manfaat
Tes Formatif
a)
Bagi Siswa
1) Digunakan untuk
mengetahui apakah siswa sudah menguasai bahan program secara menyeluruh.
2) Merupakan penguatan
bagi siswa. Dengan mengetahui bahwa tes yang dikerjakan sudah menghasilkan skor
yang tinggi sesuai dengan yang diharapkan, maka siswa merasa mendapat “anggukan
kepala” dari guru, dan ini merupakan suatu tanda bahwa apa yang sudah
dimiliki merupakan pengetahuan yang benar. Dengan demikian maka pengetahuan itu
akan bertambah membekas diingatan. Disamping itu tanda keberhasilan suatu
pelajaran akan memperbesar motivasi siswa untuk belajar lebih giat, agar dapat
mempertahankan nilai yang sudah baik itu atau memperoleh lebih baik itu.
3) Usaha perbaikan. Dengan
umpan balik (feed back) yang diperoleh setelah melakukan tes siswa
mengetahui kelemahan-kelemahannya. Sehingga siswa mengetahui bab mana yang
dirasa belum dikuasainya. Dengan demikian ada motivasi untuk meningkatkan
penguasaan.
4) Sebagai diagnosa. Bahwa
pelajaran yang sedang dipelajari oleh siswa merupakan serangkaian pengetahuan
dan ketrampilan. Dengan mengetahui hasil tes formatif, siswa dengan jelas dapat
mengetahui bagian mana dari bahan pelajaran yang masih dirasakan sulit.
b)
Manfaat bagi guru
1) Mengetahui sampai
sejauh mana bahan yang diajarkan sudah dapat diterima oleh siswa. Hal ini akan
menentukan pula apakah guru itu harus menggantikan cara menerangkan (strategi
mengajar) atau tetap dapat menggunakan cara (strategi) yang lama.
2) Mengetahui
bagian-bagian mana dari bahan pelajaran yang belum menjadi milik siswa. Apabila
bagian yang belum dikuasai kebetulan merupakan bahan prasyarat bagi bagian
pelajaran yang lain, maka bagian itu harus diterangkan lagi, dan barangkali
memerlukan cara atau media lain untuk memperjelas. Apabila bahan ini tidak
diulangi, maka akan mengganggu kelancaran pemberian bahan pelajaran
selanjutnya, dan siswa akan semakin tidak dapat menguasainya
3) Dapat meramalkan sukses
dan tidaknya seluruh program yang akan diberikan.
c)
Manfaat bagi program
1) Apakah program yang telah
diberikan merupakan program yang tepat dalam arti sesuai dengan kecakapan anak.
2) Apakah program tersebut
membutuhkan pengetahuan-pengetahuan prasyarat yang belum diperhitungkan.
3) Apakah diperlukan alat,
sarana dan prasarana untuk mempertinggi hasil yang akan dicapai.
4) Apakah metode,
pendekatan dan evaluasi yang digunakan sudah tepat.
C.
Perbedaan
Tes Formatif dan Tes Sumatif
Untuk memperoleh gambaran mengenai tes
formatif dan tes sumatif secara lebih mendalam, maka berikut ini akan disajikan
perbandingan antara keduanya. Agar dapat diketahui tiap-tiap persamaan dan
perbedaannya. Dalam membandingkan, akan ditinjau dari 4 aspek, yaitu fungsi,
waktu, titik berat, atau tekanannya, alat evaluasi, cara memilih tujuan yang
dievaluasi, tingkat kesulitan soal-soal tes, cara menyekor
1. Ditinjau dari Fungsinya
a)
Tes formatif
digunakan sebagai umpan balik bagi siswa, guru maupun program- program untuk menilai pelaksanaan satu unit program.
b)
Tes sumatif
digunakan untuk memberikan tanda kepada siswa bahwa telah mengikuti suatu
program, serta menentukan posisi kemampuan siswa dibandingkan dengan kawannya
dalam kelompok.
2.
Ditinjau dari Waktu
a)
Tes formatif
dilakukan selama pelajaran berlangsung untuk mengetahui kekurangan agar
pelajaran dapat berlangsung sebaik-baiknya
b)
Tes sumatif
dilakukan pada akhir unit catur wulan, ataupun semester akhir tahun atau akhir
pendidikan.
3.
Ditinjau dari Titik
Berat Penilaian
a)
Tes formatif
menekankan pada tingkah laku kognitif.
b)
Tes sumatif
sama-sama menekankan pada tingkah laku kognitif, tetapi ada kalanya pada
tingkat psikomotor dan juga kadang-kadang pada afektif akan tetapi walaupun
menekankan pada tingkah laku kognitif, yang diukur adalah tingkatan yang lebih
tinggi.
4.
Ditinjau dari Segi
Alat Evaluasi
a)
Tes formatif
merupakan tes prestasi belajar yang tersusun secara baik.
b)
Tes sumatif
merupakan tes ujian akhir.
5.
Ditinjau dari Cara
Memilih Tujuan yang Dievaluasi
a)
Tes formatif
mengukur semua tujuan instruksional khusus.
b)
Tes sumatif
mengukur tujuan instruksional umum.
6.
Ditinjau dari
Tingkat Kesulitan Tes
a)
Tes formatif belum
dapat ditentukan.
b)
Tes sumatif.
Rata-rata mempunyai tingkat kesulitan antara 0,35 – 0,70, Soal yang sangat
mudah dan soal yang sangat sukar
7.
Ditinjau dari
Skoring
a)
Tes formatif,
menggunakan standar mutlak.
b)
Tes sumatif,
kebanyakan menggunakan standar relatif tetapi dapat pula dipakai standar
mutlak.
D.
Contoh
Perbedaan Tes Formatif dan Tes Sumatif
Penilaian formatif adalah kegiatan penilaian yang bertujuan untuk mencari
atau memperoleh sebuah umpan balik (feed back), yang kemudian
selanjutnya dari hasil penilaian tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki
suatu proses belajar mengajar yang sedang atau yang sudah dilaksanakan. Jadi,
sebenarnya pada panilaian formatif itu tidak hanya dilakukan pada tiapa akhir
pelajaran akan tetapi bisa juga ketika proses pelajaran sedang berlangsung. Misalnya, ketika
guru sedang mengajar, guru tersebut mengajukan beberapa pertanyaan-pertanyaan
kepada siswa untuk mengecek atau mendapatkan informasi apakah siswa telah
memahami apa yang telah diterangkan guru. Jika ternyata masih banyak siswa yang
belum mengerti, maka tindakan guru selanjutnya ialah menambah atau memperbaiki
cara mengajarnya sehingga benaar-benar dapat diserap oleh siswa
Dari contoh tersebut, jelas bahwa penilaian formatif tidak hanya berbentuk
tes tertulis dan hanya pada akhir pelajaran, tetapi dapat pula berbentuk
pertanyaan-pertanyaan lisan atau tugas-tugas yang diberikan selama pelajaran
berlangsung ataupun sesudah pelajaran selesai. Dalam hubungan ini maka proses
dan post-tes yang bisaa dilakukan dalam sistem pelajaran termasuk dalam
penilaian foramatif.
Penilaian sumatif adalah penilaian yang
dilakukan untuk memperoleh data atau informasi sampai dimana penguasaan atau
pencapaian belajar siswa terhadap bahan pelajaran yang telah dipelajarinya
selama jangka waktu tertentu. Adapun fungsi dan tujuannya ialah untuk
menentukan apakah dengan nilai yang diperolehnya itu siswa dapat dinyatakan
lulus. Pengertian lulus dan tidak lulus disini dapat berarti : dapat tidaknya
siswa melanjutkan ke modul berikutnya, dan dapat tidaknya seorang siswa
mengikuti pelajaran pada semester berikutnya, dan dapat tidaknya seorang siswa
dinaikan ke kelas yang lebih tinggi.
Dari apa yang telah dikemukakan, jelas
kiranya bahwa penilaian sumatif tidak hanya merupakan penilaian yang
dilaksanakan pada setiap akhir semester, tetapi juga dilaksanakan misalnya pada
setiap modul, setiap akhir tahun ajaran ataupun evaluasi belajar tahap akhir.
Dari uaraian diatas dapat disimpulkan perbedaan antara penilaian formatif
dan penilaian sumatif bukan terletak pada kapan atau waktu tes itu
dilaksanakan, tetapi terutama pada fungsi dan tujuan tes atau penilaian itu
dilaksanakan. Jika penilaian atau tes itu berfungsi dan bertujuan untuk
memperoleh umpan balik dan selanjutnya digunakan untuk memperbaiki proses
belajar-mengajar, maka penilaian itu disebut penilaian formatif.
Tetapi jika penilaian itu berfungsi dan
bertujuan untuk mendapatkan informasi sampai dimana prestasi atau penguasaan
dan pencapaian belajar siswa yang selanjutnya diperuntukan dengan
penentuan lulus tidaknya seorang siswa, maka penilaian itu disebut
penilaian sumatif.
Langganan:
Postingan (Atom)




